Don't Miss
Home » BERITA BOLA » Persaingan Kawan Jadi Lawan Manchester United & Manchester City
Agen Casino Online

Persaingan Kawan Jadi Lawan Manchester United & Manchester City

Persaingan dari Kawan menjadi LawanDari Kawan menjadi Lawan – Di Dunia nyata  atau kehidupan kita sehari-hari sering kali kita jumpai bahwasanya Dua orang yang telah mengenal satu sama sama lain dalam waktu yang lama atau biasanya disebut Sahabat karib yang jika ada permasalahan yang dihadapi oleh salah satu orang dan sahabat yang satunya  selalu memberi semangat, dukungan, masukan dan motivasi  serta Suka dan Duka yang telah dilalui bersama akan hilang dalam sekejap hanya karena muncul sedikit permasalahan atau karena telah dipisahkan oleh keadaan dan waktu.

Begitu jugalah yang sedang terjadi di Dunia Pesebakbola yang sedang populer di Tahun 2016 ini. Mari Kita beralih ke Premier Liga Inggris, Isu permusuhan  yang sedang terjadi antara Pelatih Manchester United José Mourinho dengan Arsitek Manchester  City Josep ‘Pep’ Guardiola.

Sedikit kita  bernostalgia dan melihat kembali ke 20 tahun yang lalu, Tepatnya di tahun 1996. Di kala waktu itu sedianya  Jose Mourinho dan Pep Guardiola merupakan Sahabat dekat/ Sahabat Karib. Pada masa-masa masih jadi mediocampista  (yang artinya pemain gelandang) di Klub Barcelona. Guardiola sering meminta  nasihat ataupun saran dari Mourinho yang di masa yang sama, menjabat sebagai asisten pelatih di Camp Nou (1996-2000). Tetapi sayangnya hubungan antara sesama yang telah dirajut selama ini perlahan-lahan hancur sejak Pep Guardiola memutuskan untuk berhenti dari Klub yang membesarkan namanya dan  mulai  menjejaki karier sebagai pelatih.Dari Sahabat menjadi LawanUntuk Pertemuan Pertama atau Persaingan Pertama  antara Jose Mourinho yang saat itu menunggangi Inter Milan dan  Pep Guardiola yang saat itu menjadi pelatih Barcelona terjadi pada babak penyisahan Penyisihan Grup Liga Champions  tahun 2009. Di kandang Inter Milan yang berjulukan Il Biscione, tim asuhan Mourinho  dapat menahan imbang pasukan dari Pep Guardiola dengan skor kacamata alias 0 – 0. Tetapi  di laga grup berikutnya di Camp Nou,  Anak- anak asuhan Jose Mourinho dibekap dengan skor  0-2 oleh Barcelona, kendati pada saat itu Barcelona  tampil tanpa pemain pilarnya yaitu Lionel Messi dan Stiker anyarnya Zlatan Ibrahimovic.

Jose Mourinho Pulang dengan rasa malu dan tangan kosong. Kedua Klub tetap bermain optimis dan melaju ke fase grup Liga Champions  berikutnya hingga akhirnya  Kedua Klub dipertemukan kembali di ajang yang sama Saat Semifinal Liga Champions. Saat itulah  terjadi gesekan -gesekan permainan yang  mengadu kecerdasan dari kedua Punggawa tersebut.  Untuk pembalasan baru dapat dilakukan  oleh Mourinho saat babak Semifinal leg II Liga Champions  yang ternyata juga bersua Camp Nou ( Barcelona). Melalui kemenangan agregat yang didapat dari Inter Milan dengan skor  3-2,  The Spesialis One – Jose Mourinho  akhirnya dapat memulangkan Barcelona lebih awal klub yang dilatih oleh  Guardiola. Bukan hanya sampai disitu saja langkah dari Mou bahkan Sang Spesialis One membuat  Kota Sansiro bersorak ria pasalnya Klub kesayangan mereka Inter Milan membawa pulang Titel Tertinggi  dari EUFA  yaitu  Gelar Liga Champions musim itu (2009/2010).

Sejak kejadian lepas itulah, muncullah api-apa percikan  permusuhan antara MOU vs PEP Guardiola.  Ketika kala itu, Mourinho  mulai mengungkit kekalahan yang diterima  oleh Chelsea, bekas  klub Inggris yang dilatihnya  sebelum ia hijrah  ke Inter Milan Klub asal Kota Italia tersebut, mengenai  kontroversi/permasalahan yang terjadi  di Stamford Bridge  Markas Chelsea pada saat  laga Liga Champions musim lalu 2008/2009. Usai Kemenangan Inter Milan atas Barca Mourinho pun langsung  bersua ” Setahun yang lalu bolehlah saya menangis bersama anak-anak didik saya di  Chelsea padahal tinggal selangkah lagi, kami (Mou, John Terry dkk) sudah selayaknya untuk mengangkat tahta tertinggi dari sepak bola Eropa. Jika untuk saat itu saya menangis dan Barca tertawa bersama wasit maka untuk saat ini saya yang akan tertawa bersama para punggawa saya karena telah berhasil menyingkirkan mereka, dikutip dari berita SkySports di Italia, Selasa (22/05/10).

Permusuhan semakin memanjang dikala saat itu, MOU menerima pinangan dari musuh bebuyutan Barcelona, Real Madrid pada tahun 2010. Pada saat itu bukan hanya terjadi peperangan antar pemain saja  di lapangan hijau yang biasa dikenal dengan laga EL Classico antara Barcelona vs Real Madrid tetapi peperangan diluar lapangan juga tidak dapat dihindari lagi antara komentar-komentar pedas Mourinho yang ditujukan kepada PEP Guadiola dan tentu saja Pep juga membalas semua komentar pedas dari MOU.

Saat laga Derby El Classico, MOU membuat suatu Konferensi yang menyebabkan terjadinya perang komentar antara kedua pelatih tersebut. Mou berkata ” Jika selama ini didunia pesepakbola hanya ada sekelompok kecil pelatih yang tak mau memprotes keputusan yang telah diambil oleh wasit maka untuk sekarang muncul sekelompok besar pelatih yang sering memprotes keputusan yang telah dibuat oleh wasit”.

“Dengan  munculnya komentar-komentar yang dilakukan oleh  Pep, Kita telah memulai zaman yang baru dimana terdapat sekelompok orang ketiga yang hanya berisikan satu orang. Dari Satu orang tersebutlah  yang akan selalu  muncul  kritikan-kritikan kepada sang wasit meskipun sang wasit telah  membuat keputusan yang tepat dan benar. Ini benar-benar adalah  hal yang  baru buat saya,” lanjut MOU saat  pasca pertemuan Madrid vs Barca di Final Copa del Rey, di mana Guardiola selalu melakukan protes keras pada wasit.

Perseteruan-jelang-laga-El-classicoSeolah tidak mau kalah dengan pernyataan dari yang keluar dari mulut MOU, Guardiola segera membalas  dengan perkataan ” Karena Senor (yang artinya Tuan) Mourinho telah menyebutkan nama saya PEP, maka mulai sekarang saya juga akan memanggilnya  dengan namanya Jose. Di ruang pers konferensi, dia adalah bosnya. Tetapi perlu diingatkan kembali bahwasanya saya tidak berencana untuk menentangnya disini.”

Saya hanya ingin  menghormatinya dan mengingatkan kepadanya bahwasanya dahulu kala kita adalah teman yang saling memberi nasihat dan saling memberi support dikala itu saya pernah bekerja sama dengannya yaitu saya sebagai pemain Barca dan Dia sebagai Asisten pelatih di Barca dalam kurun waktu empat Tahun (bukan waktu yang sebentar bukan). Dia telah lama mengenal saya begitu sebaliknya saya juga sudah lama mengenalnya. Saya hanya berusaha belajar lebih banyak darinya Jose ketika di lapangan hijau. Tetapi saya hanya ingin belajar sedikit darinya ketika terjadi persoalan yang terjadi di luar lapangan” Tandas pelatih berkepala plantos tersebut.

Maka sejak saat itulah, Kedua teman baik tersebut “Resmi” berubah menjadi musuh bebuyutan atau RIVAL ABADI. Sebelum laga Derby Manchester ini terjadi, MOU dan PEP telah terjadi bentrokan sebanyak 11 kali di pertemuan-pertemuan lainnya, dimana terdapat lima pertandingan yang dimenangkan oleh PEP Guardiola , Mourinho sebanyak dua kali dan sisanya empat kali berakhir dengan imbang tanpa kemenangan di pihak manapun.

***

Daftarkan Akun Taruhan Anda Melalui Formulir Dibawah Ini!!

Agen Bola Online